Peluang usaha Ayam Bakar
Tabloid Wirausaha – InspirasiWirausaha Anda | Ayam bakar merupakan salah satu panganan / lauk yang banyak digemari. Ada banyak jenis ayam bakar di pasaran dengan ciri khasnya masing masing. Antaralain ayam bakar taliwang, ayam bakar bandung, ayam bakar mentega dan masih banyak lagi. Walaupun sudah banyak jenis usaha ayam bakar, tetapi usaha ini masih tetap memiliki peluang besar untuk bisa bersaing. 

Agar memiliki daya saing dengan yang lainnya, usahakan ayam bakar yang anda jual memiliki ciri khas dari segi rasa terutama bumbu dan sambal pelengkapnya. Perhatikan juga daging ayamnya, pastikan daging ayam yang anda gunakan merupakan daging ayam segar yang baru dipotong, hal tersebut dimaksudkan agar kualitas rasa yang di dapat dari ayam bakar itu bisa lebih enak dan aroma dari pembakaran ayam itu sendiri lebih wangi sehingga dapat menggugah selera bagi yang menikmatinya. 



Perlengkapan Usaha Ayam Bakar

Peralatan yang dibutuhkan untuk usaha ayam bakar ini antaralain gerobak / etalase, satu set alat pemanggang, panci bumbu, rice cooker, peralatan makan, meja hidang, dan bangku. Sedangkan untuk tenaga pekerja sendiri bisa disesuaikan dengan kapasitas usaha yang dijalankan bahkan jika usaha itu masih dalam tahap merintis maka lebih baik dikerjakan sendiri terlebih dahulu dengan tujuan untuk mengurangi beban operasional. 
  

Analisa Usaha Ayam Bakar

Investasi Awal
- Gerobak / Etalase*                                     : Rp. 2.500.000,-
- Satu set alat pemanggang*                       : Rp. 500.000,-
- Rice Cooker**                                             : Rp. 250.000,-
- Perlengkapan Makan*                                : Rp. 200.000,-
- Perlengkapan Pengolahan Ayam*            : Rp. 300.000,-
- Biaya Lain-lain                                             : Rp. 250.000,-
TOTAL                                                            : Rp. 4.000.000,-
(*) Estimasi harga pasaran, setiap daerah harga diatas bisa berbeda beda
(**) Bersifat Optional

Biaya Operasional Bulanan

- Ayam ukuran 1 Kg (20 ekor  x Rp.30.000/ekor x 30 hari )              : Rp. 18.000.000,-
- Bumbu Ayam bakar + lalapan (Rp. 100.000/hari x 30 hari)            : Rp. 3.000.000,-
- Arang bakaran (Rp. 50.000/Minggu x 4 Minggu)                             : Rp. 200.000,-
- Plastik kresek ( 4 pak / bulan x Rp.10.000,-)                                    : Rp. 40.000,-
- Kertas Pembungkus (1 pak/bulan x Rp. 20.000,-)                           : Rp. 20.000,-
- Listrik perbulan                                                                                     : Rp. 100.000,-
- Keamanan perbulan                                                                             : Rp. 30.000,-
- Transportasi (Rp. 15.000/hari x 30 hari)                                            : Rp. 450.000,-
Total Biaya  Variabel Bulanan                                                          : Rp. 21.840.000,-/Bulan
Rata rata biaya variable harian                                                              : Rp. 728.000,-/hari

Pendapatan  Setiap Bulan

Penjualan Ayam Bakar
(20 ekor x Rp. 42.000/ekor x 30 hari)        : Rp 25.200.000,-

Keuntungan per bulan

Keuntungan       = Total Pendapatan – Total Operasional
                                = Rp. 25.200.000,- - Rp. 21.840.000,-
                                = Rp. 3.360.000,-

Kembali Modal / Pay back Period

Pay back period = (total Investasi : Keuntungan) x 1 Bulan
                                 = (Rp. 4.000.000 : Rp. 3.360.000) x 1 Bulan
                                 = 1 Bulan


TIPS Menjalankan Usaha Ayam Bakar

Untuk menjalankan usaha ini terdapat beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah



1. Gunakan Nama yang Unik, Singkat, dan Mudah diingat

Sejak hari pertama usaha dijalankan sebaiknya sudah ada spanduk atau papan nama berisi nama usaha dan jenis ayam bakar yang dijual. Gunakan nama yang unik dan singkat agar mudah diingat.
 


2. Gunakan Penerangan yang Cukup

Ayam bakar biasa dijual mulai sore hari hingga tengah malam. Pada -malam hari penerangan sangat berperan agar tempat usaha kita terlihat mencolok. Lampu yang cukup terang ditambah papan nama yang menghadap lampu (dapat juga menggunakan lampu berwarna-warni) nenjadi daya tarik tersendiri.



3. Buatlah Bumbu dan Sambal Seenak Mungkin

Bagi usaha ayam bakar yang baru dijalankan, rasa menjadi faktor utama keberhasilan dari sisi produk. Buatlah bumbu ungkep (bumbu yang diberikan pada ayam sebelum dibakar) dan sambal seenak mungkin bumbu dan sambal menjadi pembeda antara ayam bakar dan menjadi keunggulan makanan ini.


4. Bersih dan Menarik

Gunakan kemasan dengan tampilan semenarik mugkin sehingga menunjukkan bahwa pengelola usaha ayam bakar berorintasi pada kebersihan.  Perilaku dan sikap peduli kepada kebersihan produk ayam bakar dan lingkungan usahanya akan menjadi nilai tambah dan pembeda dengan produk ayam bakar lainnya, sehingga hal ini dapat menjadi keunggulan makanan ini.

Dari berbagai Sumber
Image Source : bisnisayambakar.blogspot.com

Post a Comment

Powered by Blogger.